UPDATE TERKINI

Sejak tahun 2009 hingga 2014 MRV telah mempunyai Empat unit bisnis di bidang Migas. Business Area Migas MRV merupakan bagian pengeloan unit bisnis MRV dibidang migas meliputi SPBU Sungkai, SPBU 94, SPPBE PT. BGM, dan Retester PT. Wisanggeni Sakti.

 DSC_0525 - Copy

Angga Yudha Prasetya sebagai Kepala Business Area Migas MRV, yang akrab disapa Pa Angga saat ditemui diruangannya Selasa (11/11/2014) mengatakan “ Dalam waktu dekat ini MRV akan menambah unit usaha baru dibidang Migas yang bertujuan untuk memperkuat Business Area Migas”.

Pa Angga berharap dengan usaha baru dibidang migas maka profit yang dihasilkan oleh unit baru ini akan menambah pemasukan untuk MRV, bukan hanya itu dengan terciptanya unit baru ini diharapkan akan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan layanan dibidang Migas tersebut.

20141029_120015 MRV Leadership Center adalah sebuah rangkaian kegiatan sebagai proses pengembangan karyawan oleh staff Training and Development, saat ditemui di ruangannya F.Ulfa yang akrab disapa Mba Ulfa ini mengutarakan tentang kegiatan MRV Leadership Center yang baru-baru ini sedang dilakukan. Kegiatan ini mempunyai tema “Membuat Kerajinan sasirangan” tujuannya untuk melestarikan kebudayaan, budaya khas banjar ini sangat populer dikalangan masyarakat banjar. Penyelenggaraan kegiatan ini dilakukan pada tanggal 29 November 2014 yang bertempat di Rest Area Sungkai Kab. Banjar. Ulfa berpendapat dengan dilakukannya kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan budaya sendiri dan diharapkan para peserta bisa mengolah kerajinan sasirangan ini yang sangat bernilai ekonomis.









20141029_110217
Cara membuat sasirangan diawali dengan membuat pola terlebih dahulu. Pola tersebut digambar disebuah kain putih kemudian garis-garis pola tersebut nantinya akan dijahit, setelah itu akan dilakukan pewarnaan sesuai dengan keinginan. Para peserta MRV Leadership Center diberikan perlengkapan untuk memulai kegiatan yakni, kain putih, jarum, benang, karton, penggaris, pensil dan literatur cara pembuatan bentuk-bentuk pola sasirangan serta diberikan beberapa percontohan pola dari sasirangan.
Para peserta dengan semangat dan kompak bekerjasama antar tim untuk membuat pola dari sasirangan walaupun mengalami beberapa kesulitan karena keterbatasan perlengkapan namun mereka tetap antusias untuk melakukannya. Diakhir acara para peserta dapat menyelesaikan pembuatan pola dari sasirangan dan menjahit pola tersebutwalaupun hanya dibagian tertentu. F.Ulfa mengatakan “merasa bahagia walaupun keterbatasan sarana dan fasilitas yang dimiliki acara dapat berjalan dengan lancar”.