UPDATE TERKINI

IMG_7991
KP MRV, MRV Media- Kegiatan MRV Lens kembali digelar pada beberapa waktu yang lalu kali ini MRV Lens telah memasuki fase pertemuan ke-4. Sebelumnya MRV Lens telah sukses malakukan sesi foto pada lokasi outdoor yang bertempat di Tambang Hauling Km 94 Binuang. Berkaca pada pertemuan sebelumnya tersebut pertemuan MRV lens kali ini akan kembali melakukan sesi foto outdoor dengan tantangan yang lumayan sulit yaitu teknik panning.
Panning adalah teknik pengambilan foto bergerak sehingga tingkat kesulitan dalam pengambilan sesi foto agak lumayan susah. Pelaksanaan sesi foto bertempat didepan halaman Sirkuit Balipat Binuang. Untuk sampai ke tempat lokasi yang dituju tim dari MRV Lens menempuh jarak kurang lebih 15 menit lebih dari Kantor Pusat MRV dengan keberangkatan pukul 17.00 sore setelah pulang kerja. . Dengan bimbingan dari Bapak Antok Hadi P akhirnya peserta MRV Lens bisa dalam pengambilan foto dengan benar sesuai dengan teknik “Panning” tersebut.
Facrul Ikhwan sebagai kordinator MRV Lens merasa lebih lega karena pertemuan dengan teknik panning dapat berjalan lancar tanpa kendala dan untuk pertemuan selanjutnya iwan sapaan akrabnya bersama tim MRV masih dalam proses untuk pemilihan tema yang sesuai.Mbd/Iwn


DSC_0711

KP MRV, MRV Media- Berkaca pada SOP Kesehatan sebelumnya, tim Corporate Service pada umumnya dan tim kesehatan pada khususunya melakukan pembaharuan SOP kesehatan tentang Fasilitas Kesejahteraan dan Kesehatan Karyawan, yang bertempat di Kantor Pusat MRV.

Melalui tim kesehatan, sosialisasi ini diharapkan sebagai perluasan informasi kepada karyawan mengenai kebijakan perusahaan dalam hal kesejahteraan (fasilitas pemeliharaan dan kesehatan karyawan) dan diharapkan dengan diadakan sosialisasi ini karyawan lebih memahami tentang fasilitas kesehatan yang diberikan perusahaan. Wawan Setiawan menyebutkan bahwa” tujuan kebijakan (fasilitas kesehatan) ini untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, rasa aman dalam bekerja dan sebagai suatu bentuk perhatian yang diberikan perusahaan kepada karyawannya sehingga dapat menunjang peningkatan kualitas kesehatan”.

Diharapkan dengan sosialisasi ini dapat mengedukasi karyawan dengan tujuan memahami prosedur berobat dari klaim yang benar agar mengurangi potensi kesalahan yang dapat menyebabkan pemotongan biaya klaim akibat salah prosedur. Mbd/Wn